Persona - Memahami Seorang yang Fiktif di antara jutaan Pelanggan

Ceritanya berawal ketika saya berada di sebuah pertunjukan storytelling yang apik, yang disampaikan oleh CMO Danatara Dendi Tegar Danianto dengan gaya piawai marketer ulung. Presentasi yang sistematis ini berhasil membawa saya hanyut kembali ke memori beberapa tahun lalu dengan kata yang bernama PERSONA.

Tapi saya tidak akan membahas tentang framework cantik yang menyambungkan Customer Experience Based Marketing dengan performansi Bisnis perusahaan mengangkat contoh kasus Bluebird-nya. 

Kali ini saya mendapatkan sebuah angle lain tentang how to define the Persona dari sebuah buku yang berjudul "The Inmates Are Running the Asylum" yang saya temukan saat bertanya kepada Gemini tentang the best book that gives a reference about what is Persona. Sebuah buku lama, tapi masih relevan.

Long short-nya, cerita ini tentang tentang sebuah sistem hiburan video di pesawat terbang yang dibangun dibuat oleh Sonny Corporation, Namanya SonyTrans Com. Huru hara terjadi saat engineer dan designernya berantem tentang bagaimana disain tampilan interaksi untuk sistem yang mereka bangun. Apakah tampilan dengan menu yang canggih sehingga orang yang techie bisa nyaman menggunakannya? Atau seorang anak usia 9 tahun yang polos dapat dengan mudah menggunakan menu yang ada? Dilema bukan?

Ringkasnya, akhirnya dipilihlah Clevis seorang pria usia 65 tahun sebagai sosok utama yang dipilih mewakili semua penumpang pesawat. Membuatnya mudah dan happy berarti bisa membuat semua orang di pesawat senang.

Akhirnya disain pun memiliki northstar yang jelas. Sebuah persona ideal yang menjadi referensi dalam merancang interaksi customer journey. Pertanyaan apakah kalau hal ini ada akan membuat Clevis senang? menjadi validasi utama dari sebuah insiatif.

Gimana? Apakah Anda akan tetap bersikukuh dalam penjara ego Anda sendiri? Atau Anda mulai  goyah untuk menerima sebuah angle baru, "oh ini ya pentingnya kehadiran persona dalam bisnis?".

Referensi 

Cooper, A. (2004). The inmates are running the asylum: Why high-tech products drive us crazy and how to restore the sanity (Vol. 2). Indianapolis: Sams.