Melesat Selepas Melewati Halangan

Mari kembali menikmati perjalanan kemarin sewaktu menuju Ubud. Perjalanan sekitar satu jam setengah dari area nusa dua menuju tengah kota Ubud. Perjalanan yang cukup panjang dengan kendaraan motor, cukup membuat jari tangan lumayan pegal-pegal.

Anyway, ada hal yang menarik saat dalam perjalanan ini. 

Seperti biasa kan ya, dalam perjalan kita tidak sendirian, ada orang lain juga yang memiliki arah perjalanan yang sama, namum berbeda tujuan. Dan alat transportasinya pun berbeda, ada yang bawa sepeda, motor atau mobil.

Nah, kendala yang ditemui adalah salah satunya mobil yang menghalangi motor saya untuk maju.

Kalau diikuti terus, perjalanan akan terasa lambat. Kalau mencoba dilewati kendaraan arah berlawanan cukup menantang karena keramaiannya.

Di sinilah terasa, saat kita menghadapi sebuah kendala yang membuat kita tidak maju maka kita harus melihat peluang bagaimana bisa mengatasinya. Tentunya dengan memperhatikan resiko resiko yang terjadi.

Dan tatkala kesempatan itu datang dan resikonya rendah, saat itulah kita bisa melewati halangan di depan kita. Dilanjutkan dengan mengejar ketertinggalan kita karena terhalang dengan kendala tadi. Tidak hanya terkait masalah mobil di depan kita, tetap juga dalam keseharian dan pekerjaan kita.

Coba cek cek kembali apa yang menghalangi Anda untuk maju. Selesaikan dan segera lepas melesat melewati halangan.



Dibalik semua keindahan itu ada Sang Pencipta

Kebayang nggak ya? Naik motor di tengah terik matahari menikmati panasnya sengatan matahari dalam perjalanan menuju Ubud.  Mengasyikan? Pastinya. Di kanan kiri jalan,  kita bisa melihat karya karya manusia luar biasa. 

Ada batu yang dicuil-cuil menjadi patung beragam bentuk. Ada kayu yang pahat menjadi beragam rupa. Ada  benda benda seni dari beragam kombinasi material yang tersusun karena rasa dan karsa manusia - hasil ciptaan Tuhan Sang Maha Pencipta Allah SWT.

Belum lagi kita diajari menerima rejeki mata yang disapu penuh pemandangan sawah menghijau yang tersebar luas. Mata yang dijadikan satu satunya beda indera penangkap citra di dunia ini. 

Memoto nya, dan menempelkannya di ruang koleksi imaji di dalam otak kita. Kembali diciptakan Sang Pencipta Keindahan dan Pencipta Kecanggihan Luar Biasa.