Gaya Kepemimpinan itu Pengaruh lho sama Tingkat Stres dan Kinerja Tim

Diskusi ringan pagi ini sama istri tentang tingkat stres dan penyakit darah tinggi atau hipertensi. Ringkasnya ada pertanyaan apa sih faktor yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit hipertensi pada karyawan. Bisa jadi pola makan, pola badan, pola tidur, atau pemikiran. 

Kalau diskusi ini terpicu karena istri saya tiba tiba tensinya naik dari rata rata sehari sebelumnya karena sebuah informasi terhadap sebuah kondisi. Ambil saja misalkan kalau minum obat ini, maka akan timbul efek tertentu. Nah baru sebatas informasi ini saja, ternyata bisa menyebabkan tensi tinggi. Artinya pola pikir berpengaruh pada tubuh, dalam hal ini persepsi terhadap informasi bisa menyebabkan perubahan pada tubuh.

Dari sini ada diskusi, apakah situasi pekerjaan bisa menyebabkan seseorang mengalami hipertensi. Semisalkan karena stress yang terus menerus. Stress berkepanjangan menyebabkan hipertensi terjadi. 

Apa sih yang menyebabkan seorang karyawan stress, bisa urusan pribadi, atau urusan kantor. Kalau urusan kantor bisa jadi lingkungan kerja. Lingkungan kerja bisa jadi teman kerja, atasan atau bawah. Atau tuntutan kinerja tertentu.

Nah, sebentar mencari referensi. Ada penelitian menarik nih, Referensinya sebagai berikut

Yulia, E., & Mukzam, M. D. (2017). Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap stres kerja dan kinerja karyawan (Studi pada karyawan PTPN XI unit usaha PG Semboro) (Doctoral dissertation, Brawijaya University).

Dalam riset ini, ada bahas jenis kepemimpinan dan hubungannya terhadap stress dan kinerja karyawan. Ada tiga jenis kepemimpinan yaitu kepemimpinan otoriter, kepemimpinan demokratis dan kepemimpinan laissez fair.

Kemudian dilakukan kuesioner terhadap 100 responden di perusahan tersebut. 

Dan hasilnya seperti dapat diduga. Kepemimpinan otoritas memiliki pengaruh siginifikan dan positif terhadap tingkat stress karyawan. Kepemimpinan demokratis memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan.

Nah seperti apa sih kepemimpinan demokratis. Ternyata cirinya adalah sebuah gaya dimana bawahan merupakan bagian penting dalam organisasi. Dimana karyawan bisa secara terbuka menyampaikan gagasan mereka terhadap organisasi.

Semoga para calon leader bisa belajar dari sini ya.

Mengapa, pertanyaan ampuh tanda ingin tahu

Mengapa? Kenapa Ya? merupakan jenis pertanyaan yang ampuh sebagai tanda ingin tahu dalam keseharian. Mengapa ya orang itu tetap sehat? Mengapa ya orang itu panjang umur? Mengapa ya orang itu murah rejeki? Mengapa ya orang itu sukses bisnisnya? 

Begitu banyak pertanyaan mengapa hadir dalam pemikiran.

Mengapa penting jenis pertanyaan mengapa ini? Bisa jadi karena pertanyaan ini akan membuka hal hal yang tidak terlihat dalam sebuah pengamatan awal. Pertanyaan ini mengiring kita untuk menganalisis simptom yang ada.

Mengapa ya aplikasi itu berwarna hitam? Bisa jadi itu karena membuat layar lebih mudah terbaca. Mengapa papan tulis dulu berwarna hitam, bisa jadi karena kapur adalah pilihan yang mudah dibersihkan tidak mengotori pakaian yang sering kali putih saat sekolah. 

Bandingkan dengan penggunaan arang berwarna hitam, dengan papan berwarna putih yang bisa membuat serbuknya menempel di baju dan mengotorinya. 

Baru satu sudut pandang. Karena karakternya yang bisa mengotori pakaian.

Bagaimana dengan sudut pandang tulisan putih lebih jelas terbaca dibandingkan tulisan hitam di dalam ruangan. Ini bisa jadi juga alasannya..

Ternyata mengapa bisa mengungkap begitu banyak kemungkinan jawaban. Seiring waktu bersama usaha yang dilakukan untuk menemukan jawabannya. Dan selama jawaban belum ditemukan, ada beban rugi didalamnya, minimal beban pikiran untuk segera terjawab.

Bisa jadi pertanyaan ini adalah pertanyaan yang membuka kecerdasan, karena pastinya pertanyaan yang timbul bukan hanya oleh diri kita sendiri. Orang lain mungkin juga mengajukan pertanyaan yang sama. Sehingga yang menemukan jawabannya akan membantu orang lain untuk secara cepat menemukan jawabannya.

 

AB Decision - When All Options can be managed by a simple way

Sering kali kita dihadapkan oleh banyak pilihan dan berakhir dengan satu keputusan. Ada banyak cara untuk memilih satu keputusan ini. Salah satunya dengan menyederhanakannya menjadi dua pilihan terbaik, dan mengambil satu keputusan dari mereka. 

Bagaimana caranya? Mari kita telaah.

Suatu ketika saya berada di situasi untuk memilih sekolah anak. Saat itu banyak sekali parameternya. Salah satu parameter yang kita tahu adalah jenis sekolah, apakah kita akan memilih sekolah negeri atau sekolah swasta. Kemudian parameter jarak, apakah yang dekat rumah atau jauh dari rumah. Kemudian parameter cara belajar, apakah klasikal monotor atau kelas kreatif. Lanjut ke finansial, yaitu parameter biaya bulanan, pilihannya  apakah terjangkau atau maksa untuk harga tertentu karena kualitas. Atau penekanan materi, apakah sekolah pendidikan normal atau sekolah dengan penambahan materi agama.

Parameter ini bisa lebih berkembang lagi semisalkan apakah butuh antar jemput tidak? apakah ada hafalan qurannya atau tidak? apakah ada fasilitas kolam renangnya tidak? apakah mengenakan busana muslimah atau tidak? Semakin banyak semakin lengkap kita bisa melihat.  

Dari ini semua, pada akhirnya kita akan memiliki beberapa pilihan misalkan apakah sekolah dasar negeri A, sekolah dasar negeri B, sekolah swasta C, sekolah swasta D, sekolah swasta E dengan masing masing parameternya.  Bahkan bisa sampai 10 pilihan sekolah atau lebih.

Sekarang bagaimana memilihnya?

Lain cerita lagi saat kami hendak pindah rumah. Saat itu saya mendapat tugas pindah daerah kerja. Begitu juga pilihan pilihan kehidupannya. Semisalkan dekat kantor atau dekat sekolah anak? Beli rumah atau sewa rumah? Dekat transportasi umum atau perumahan sepi tenang? Budget  rumah dibawah X atau diatas X. 

Belum sampai disitu banyak lagi parameter lainnya. Termasuk tidak pindah, atau hanya saya yang pindah ke kota tersebut.  Pilihannya menjadi banyak sekali.

Kembali bagaimana memilihnya?

Nah ada sebuah pendekatan menarik yang sebenarnya mengambil sebuah konsep algoritma urutan atau sorting algorithm. Caranya sederhana sekali. Urutkan pilihan 1 sampai N, kemudian ambil pilihan 1 dan 2 kemudian bandingkan, dan pilih yang sesuai kriteria. Berlanjut hasil pilihan pertama ini dengan pilihan 3, dan seterusnya sampai dengan pilihan ke-N.

Idenya dalam satu waktu bandingkan satu pilihan dengan pilihan lain, yang menjadi pilihan terbaik dibandingkan dengan pilihan selanjutnya. inilah AB Decision. Dari 2 pilihan AB, ambil keputusan yang terbaik.

Bagaimana dengan pilihan saya dua kasus di atas. Keputusan untuk kasus sekolah adalah anak anak sekolah di swasta, dengan kelas kreatif, biaya yang masih terjangkau, ada penekanan materi agama, menggenakan busana muslimah dengan konsekuensi biaya yang di atas rata rata. Sedangkan kasus kedua akhirnya keputusannya adalah saya memilih kost dekat kantor, tinggal jalan saja dengan harga juga lumayan per bulan, tanpa biaya pindahan, tanpa memindahkan anak sekolah dengan konsekuensi jauh dari anak anak dan istri dalam aktifitas sehari hari.

Setiap keputusan ada konsekuensi. Pilihan yang terbaik dapat diambil dengan pendekatan logis dengan AB Decision.