Tips Membangun Rutinitas Baru dalam Keseharian

Kita semua punya rutinitas sehari hari, bukan? Mandi, Shalat, Sikat Gigi, atau sekedar menikmati kopi di pagi hari. Saya percaya rutinitas itu diciptakan. Ia adalah sesuatu yang direncanakan untuk terjadi. Dengan harapan semakin lama maka rutinitas ini akan menjadi kebiasaan atau habit yang melekat di diri. 

Ada contoh menarik sebenarnya tentang keajaiban rutinitas ini. Ceritanya begini, di sebuah keluarga, seorang ibu membersihkan lantai ruang tamu. Di ruang tamu ini ada karpet dimana anak mereka yang balita biasa bermain. Ada sebuah tindakan yang dilakukan sang ayah saat istrinya menyapu. Ia akan mengangkat karpet untuk memastikan bagian bawah karpet itu tersapu bersih. Sang anak yang masih balita ini memperhatikan tindakan ayahnya.

Hingga suatu saat, sang ayah sedang tidak ada di rumah. Dan si ibu melakukan rutinitasnya untuk menyapu lantai. Saat mendekati karpet, tiba tiba sang anak yang balita dengan inisiatif untuk ke pinggir karpet dan mengangkatnya. Awalnya sang ibu menganggapnya biasa. Namun tak beberapa lama ia menyadari kalau anaknya yang balita sudah menunjukan sikap yang baik dengan membantunya membersihkan ruangan. 

Bahkan sebuah kebiasaan itu bisa menular.

Sebelum kebiasaan itu bisa ditularkan. Tentunya dimulai dari sebuah rutinitas - sebuah kegiatan yang dilakukan berulang ulang. Sebelum kegiatan itu dilakukan, tentu ada sebuah hal yang ingin dicapai. 

Mengambil contoh di atas, hasil yang ingin dicapai adalah sederhana. Ia ingin semua bagian rumah bersih termasuk di bawah karpet. 

Untuk mencapai ini dia akan mengangkat karpet setiap kali istrinya menyapu. Ini adalah kepekaan sang ayah terhadap keinginan yang ingin dicapai. Setiap kali ia melihat istri menyapu, dia akan bersiap mengangkat. Itulah indikatornya.

Kadang indikator ini harus dibantu dengan beberapa alat bantu. Sebagai contoh tadi adalah sang ayah menggunakan matanya untuk mengamati kegiatan istrinya. Saat matanya melihat istrinya memegang sapu dan mulai membersihkan ruang tamu, otomatis ia bergerak menuju karpet dan mengangkatnya.

Saya pribadi juga mencoba mempraktekkan hal yang sama. Saya ingin memiliki waktu untuk melakukan riset sebagai bagian dari program edukasi  yang diambil. Saya mengalami masalah hampir tidak ada waktu untuk melakuka riset ini, karena banyak aktifitas yang saya pikir penting.

Hingga suatu saat saya mengurai lagi, apa motivasi saya untuk melakukan riset. Kemudian saya buat indikator berupa adanya laporan riset yang harus saya hasilkan. Dan untuk bisa melaporkan saya membutuhkan indikator pendukung atau alat bantu yaitu jadwal waktu yang teratur.

Awalnya saya kebingungan karena pagi hari itu terlalu padat dan terlalu sempit waktunya. Sedangkan saya merasa waktu pagi adalah waktu premium saya untuk berpikir dan merencanakan.

Sehingga saya menemukan ide untuk memprioritaskan waktu 45 menit setiap hari dengan tema tema aktifitas yang sesuai dengan bobot kebutuhan. Seperti 4 hari secara bergantian saya akan berfokus pada riset saya, sedangan 3 hari lainnya saya melakukan aktifitas program pengembangan diri lainnya.

Demikian pula kebiasaan saya untuk menulis setiap hari, akhirnya saya memulai kebiasaan untuk teratur belajar di setiap pagi untuk riset di bidang algorithmic management.

Dengan proses yang dibalik, kita bisa merancang apa yang ingin kita capai. Selanjutnya kita susun rutinitas baru yang dibantu oleh indikator dan alat bantu indikator.  Sehingga dari sebuah rencana ini menjadi kejadian pertama. berlanjut menjadi rutinitas, dan pada akhirnya menjadi kebiasaan yang baik.


Melihat Kesempurnaan Tuhan dalam Ciptaannya


Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Sempurna, Allah menciptakan sekalian alam dalam kesempurnaanya. Diminta kita memandang langit dan memperhatikannya, apakah ada cacat di langit, retakan, lubang atau sejenisnya? Dan kita diberikan jawabannya kalau mata kita yang lemah karena tidak mampu melihat secara sempurna.

Ada sebuah cerita tentang penulis buku bernama Torey L Hayden dengan nama asli Victoria Lynn Hayde. Ia adalah seorang pengajar dan juga penulis buku tentang anak anak berkebutuhan khusus. Ia mendapat inspirasi untuk menulis buku bukunya dari pengalamannya keseharian.

Saat dilakukan diajukan pertanyaan, mengapa ia sangat bersabar dalam menangani anak anak berkebutuhan khusus. Ia menjawab dengan sebuah jawaban filosofis, "Saya yakin adalah Tuhan Maha Sempurna, Karena itu tidak mungkin ia menciptakan makhluknya yang tidak sempurna. Kita saja yang belum mampu melihat kesempurnaan itu."

Sebuah cerita yang membuat saya tertegun. 

Sebelumnya kita mungkin memiliki pandangan yang berbeda. Anak yang berkebutuhan khusus menandakan ia tidak sempurna.

Bagaimana sekarang? Sedikit berubah? Atau berubah banyak?

Ya cara pandang kita sangat mungkin berubah. Salah satunya dengan memperluas makna dari sebuah keadaan. Sebagaimana contoh anak berkebutuhan khusus sebagai tanda betapa sempurnanya Allah. Kita mengalami perluasan. Sebuah konsep baru sudah tertanam di pikiran kita. Perasaan kita dari sedih menjadi kekaguman.

Seperti halnya saat Anda melihat Putri Ariani, bukan?

PekerjaMuda Dotcom Dimulai

Belakangan hari saya belajar tentang NLP neuro linguistic programming yang secara sederhana saya tafsirkan sebagai sebuah bidang ilmu yang mebahas pemahaman terhadap cara otak bekerja. Dan dalam runutannya akhirnya saya mengerucutkan peran saya untuk membantu rekan rekan muda dalam memasuki dunia kerja dengan kehadiran pekerjamuda dotcom.

Ada bagian dalam proses yang bernama personal excelence, kita dipertemukan dengan sebuah refleksi diri. Apa misi kita di dalam kehidupan ini. Ada banyak peran sebenarnya, mulai dari sebagai suami, orang tua, adik, kakak, anak, rekan kerja, bawahan, tetangga, jamaah masjid, warna negara indonesia, hingga makhluk di bumi.

Pertanyaannya dengan peran peran tadi, tentu ada peran yang ingin angkat menjadi bagian utama dari diiri Anda sendiri.

Dan kalau dirunut bisa jadi ini adalah penyelarasan atas alasan anda mengapa hadir di dunia, diciptakan oleh pencipta. Untuk apa anda di dunia ini?

Membayangkan seandainya setiap orang menyadari peranan mereka sejak muda, tentu akan banyak kebahagian yang terjadi di lingkungan kita.

Ayah yang penyayang, suami yang sabar, anak yang santun, teman yang membantu, jamaah yang ramah, warna negara yang santun hingga makhluk dunia yang saling toleransi dan membantu satu dan lain. Ada banyak kebaikan tercipta bila kaum muda ini didampingi untuk menemukan peran mereka di masa mendatang.

Sisi lain kita tahu, dengan sedemikian kompleksnya kehidupan. Ada peran peran yang tidak berjalan dengan sempurna. Hal ini berakibat pada kebingungan, keraguan, ketakutan, hingga kehilangan arah sebagian talenta yang penuh potensi.

Mencermati ini, pekerjamuda dotcom menjadi sebuah inisiatif menarik untuk membantu kaum muda. Membayangkan pendampingan mereka secara profesional sebagaimana halnya manajer talent yang sangat care terhadap pertumbungan kaum muda ini tentu adalah sebuah keniscayaan.

Sebagaimana artis yang memiliki manager, setiap pekerja muda seharusnya juga memiliki satu manager untuk membantu mereka bertumbuh secara profesional.

Itulah kerangka pekerjamuda dotcom ini kenapa hadir. Kami ingin membantu 67 juta potensi kaum muda untuk bertumbuh dengan talenta terbaik mereka.

Untuk selanjutnya, silahkan mendapatkan insight insight baru yang kami bagikan di pekerjamuda.com semoga bermanfaat dan memberikan kontribusi kepada generasi muda selanjutnya  

Terungkap! Rahasia Sukses Pegawai Baru yang Tidak Paham Budaya Perusahaan


Pegawai baru sering kali merasa cemas, tidak percaya diri, dan bahkan frustrasi ketika mereka belum memahami sepenuhnya budaya perusahaan tempat mereka bekerja.

Kadang perasaan dan pemikiran negatif yang sering muncul pada pegawai baru yang kurang pemahaman tentang budaya perusahaan.

Temukan cara bagaimana mereka akhirnya dapat mengubah pemikiran negatif ini menjadi kunci kesuksesan mereka dalam lingkungan kerja yang baru.

Masalah Budaya di Pegawai Baru

Pegawai baru bisa mengalami berbagai perasaan dan pemikiran negatif, termasuk:

1.Khawatir Berlebihan

Mereka mungkin merasa cemas atau khawatir berlebihan karena kurang pemahaman tentang budaya perusahaan dan kekhawatiran membuat kesalahan.

2. Rasa Tidak Percaya Diri:

Ketidakpastian tentang apa yang diharapkan dari mereka bisa membuat mereka merasa tidak cukup percaya diri dalam berinteraksi dengan rekan kerja atau atasan.

3. Rasa Frustrasi

Adaptasi dengan budaya perusahaan yang berbeda dari pengalaman sebelumnya bisa menjadi hal yang frustrasi.

Pemikiran Negatif yang Sering Muncul

Pegawai baru sering kali muncul pemikiran negatif seperti:

1. Saya Tidak Mungkin Berhasil di Sini

Mereka mungkin berpikir bahwa mereka tidak akan berhasil dalam lingkungan perusahaan ini karena kurangnya pemahaman tentang budaya yang berlaku.

2. Semua Orang Menilai Saya

Perasaan bahwa semua orang mengamati setiap tindakan mereka bisa membuat mereka merasa tertekan.

3. Saya Akan Selalu Merasa Tidak Nyaman

Pemikiran ini mungkin membuat mereka merasa bahwa situasinya tidak akan pernah membaik.


Bagaimana mengubah Pemikiran Negatif menjadi Positif

Pegawai baru dapat mengatasi perasaan dan pemikiran negatif dengan melakukan hal berikut:

1. Peningkatan Diri

Sebagai Pegawai baru, kamu dapat mengubah pemikiran negatif menjadi motivasi untuk terus belajar dan tumbuh dalam budaya perusahaan. 

Mereka dapat melihat setiap kesalahan sebagai peluang untuk memperbaiki diri.

2. Mencari Bantuan

Mereka dapat mencari bimbingan dari rekan kerja yang lebih berpengalaman untuk membantu mereka lebih memahami budaya perusahaan. 

Bertanya dan berdiskusi dengan mereka adalah cara yang baik untuk menghilangkan ketidakpastian.

3. Percayai Proses

Pegawai baru bisa mengubah pemikiran negatif menjadi keyakinan bahwa dengan waktu, usaha, dan dedikasi, mereka akan menjadi bagian yang berharga dari perusahaan ini.

Budaya perusahaan tidak selalu mudah dipahami dalam waktu singkat, tetapi dengan kesabaran, mereka akan semakin merasa nyaman dalam lingkungan kerja yang baru.


Mempahami budaya perusahaan adalah langkah penting menuju kesuksesan dalam karier

Pegawai baru tidak perlu merasa terbebani oleh ketidakpastian awal. 

Dengan sikap yang positif, kemauan untuk belajar, dan dukungan dari rekan kerja yang lebih berpengalaman, mereka dapat dengan sukses beradaptasi dengan budaya perusahaan dan berkembang dalam karier mereka.

Terungkap! Rahasia Sukses Dalam Mendapatkan Pekerjaan Pertama yang Anda Idamkan!

Mendapatkan pekerjaan pertama setelah lulus dapat menjadi tantangan besar bagi banyak orang muda. 

Prosesnya seringkali penuh dengan perasaan dan pemikiran negatif seperti kekhawatiran, frustrasi, kurang percaya diri, dan kebingungan. 

Mau tahu mengatasi pemikiran-pemikiran negatif tersebut dan meraih pekerjaan pertama yang Anda idamkan?

Mengenali Perasaan Diri

Pertama-tama, penting untuk mengenali perasaan diri yang mungkin muncul saat mencari pekerjaan pertama:

1. Kekhawatiran

Anda mungkin merasa cemas tentang kemampuan Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan keterampilan Anda.

2. Frustrasi

Proses mencari pekerjaan yang memakan waktu dan sering kali menghasilkan banyak penolakan dapat menjadi frustrasi.

3. Tidak Percaya Diri

Pekerja muda mungkin merasa kurang percaya diri karena kurangnya pengalaman kerja.

4. Kebingungan

Memilih karier yang tepat dan mengidentifikasi pekerjaan yang sesuai dengan minat dan tujuan Anda dapat menjadi penuh kebingungan.

Pemikiran Negatif yang Mungkin Muncul

Ada beberapa pemikiran negatif yang sering muncul dan menghambat pencarian pekerjaan pertama:

1. Kurangnya Pengalaman

Mungkin Anda berpikir bahwa kurangnya pengalaman kerja membuat Anda tidak bersaing dengan pelamar yang lebih berpengalaman.

2. Perasaan Tidak Diinginkan: 

Terkadang, Anda mungkin merasa bahwa perusahaan-perusahaan tidak tertarik pada lulusan baru dan lebih suka yang berpengalaman.

3. Rasa Putus Asa: 

Setelah beberapa upaya mencari pekerjaan yang gagal, Anda bisa merasa putus asa dan meragukan kemampuan Anda untuk mendapatkan pekerjaan.

4. Perasaan Kurangnya Keterampilan

Anda mungkin merasa kurangnya keterampilan tertentu yang diperlukan untuk pekerjaan yang Anda inginkan.

Bagaimana Mengatasi Pemikiran Negatif

Untuk mengatasi pemikiran negatif tersebut, Anda bisa mencoba pendekatan berikut:

1. Mengubah Pola Pikir: 

Cobalah untuk menggantikan pemikiran negatif dengan pemikiran positif, misalnya:

Kurangnya pengalaman: 

"Saya memiliki peluang untuk memulai dengan penuh smangat serta energi baru ke perusahaan. Pengalaman pertama saya akan menjadi fondasi yang kuat untuk karier masa depan."

Perasaan tidak diinginkan:

"Saya memiliki potensi dan pengetahuan yang segar yang dapat membantu perusahaan berinovasi. Saya dapat membuktikan nilai saya dengan berkontribusi secara signifikan dalam peran baru ini."

Rasa putus asa: 

"Setiap upaya yang gagal adalah pembelajaran. Saya sedang mengumpulkan pengalaman dan pengetahuan yang akan membantu saya sukses di masa depan. Saya tidak akan menyerah dan terus mencari peluang yang tepat."

Perasaan kurangnya keterampilan: 

"Saya memiliki keterampilan dasar dan kemampuan belajar yang kuat. Saya siap untuk belajar dan berkembang dengan cepat dalam pekerjaan baru saya. Saya akan mencari peluang untuk mengasah keterampilan yang diperlukan."


Menyongsong Pekerjaan Pertama yang Sukses

Mendapatkan pekerjaan pertama mungkin akan menghadirkan sejumlah tantangan, tetapi dengan pemikiran positif dan kesiapan untuk belajar, 

Anda dapat meraihnya. Jangan biarkan kekhawatiran, frustrasi, atau ketidakpercayaan diri menghalangi Anda. 

Jadikan perasaan ini sebagai motivasi untuk terus berusaha dan berkembang. Dengan tekad dan usaha yang kuat, Anda akan berhasil mendapatkan pekerjaan pertama yang Anda idamkan

Terungkap! Rahasia Produktif di Kantor saat Beban Kerja Ringan - Anda Tidak Akan Percaya!

Siapa yang tidak pernah menghadapi situasi di mana beban kerja terasa sangat ringan? 

Saat tidak ada proyek besar, penjualan menurun, atau bahkan tidak ada arahan yang jelas dari atasan, pegawai sering kali merasa bingung tentang bagaimana mengisi waktu kerja mereka. 

Kita akan mengeksploraai cara-cara cerdas untuk tetap produktif di kantor ketika beban kerja terasa ringan, sehingga Anda tidak akan lagi merasa bingung atau sia-sia.

Antara Rasa Bingung dan Senang

Ketika beban kerja ringan, kita sering kali berada di antara dua perasaan berbeda. Di satu sisi, ada rasa bingung karena tidak ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. 

Di sisi lain, ada perasaan senang karena kita merasa bebas tanpa beban. Namun, di balik perasaan ini juga ada rasa takut bahwa perusahaan bisa tutup karena tidak ada aktivitas yang signifikan.

Pertarungan Pemikiran dalam Diri

Pertarungan dalam pikiran kita seringkali menjadi salah satu tantangan terbesar ketika beban kerja ringan. Salah satu pemikiran yang muncul adalah bahwa perusahaan seharusnya memberikan lebih banyak pekerjaan kepada kita. 

Namun, bekerja seharusnya bukan hanya tentang menunggu pekerjaan datang, tetapi juga tentang berkontribusi untuk membuat perusahaan tumbuh, membantu pelanggan, dan menjaga semua pegawai tetap produktif. 

Kita juga perlu berpikir tentang apa yang akan terjadi jika perusahaan tutup atau bangkrut karena kurangnya aktivitas.

Manfaat dari Beban Kerja yang Ringan

Mungkin terdengar enak jika tidak ada pekerjaan yang menumpuk dan kita bisa pulang lebih cepat. 

Namun, apakah waktu luang tersebut benar-benar dimanfaatkan dengan baik? Pergi lebih awal tidak selalu berarti efisien. 

Manfaat sebenarnya adalah bagaimana kita dapat mengelola waktu kita dengan baik dan menjadikannya produktif. 

Selain itu, penting untuk mempertimbangkan pandangan teman-teman yang mungkin sibuk dengan pekerjaan mereka.

Cara Mengisi Waktu dengan Produktif

Tidak ada alasan untuk merasa sia-sia saat beban kerja ringan. Berikut adalah beberapa cara cerdas untuk mengisi waktu Anda dengan produktif

Minta Tugas Tambahan yang Menantang: 

Jangan ragu untuk mengajukan diri untuk tugas tambahan yang menantang. 

Ini bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan Anda dan memberikan kontribusi yang berarti untuk perusahaan.

Bantu Rekan Kerja yang Sibuk: 

Jika Anda melihat rekan kerja yang sibuk, tawarkan bantuan. Ini tidak hanya akan membantu mereka, tetapi juga memperkuat hubungan di tempat kerja.

Cari Proyek Tambahan di Kantor: 

Ada proyek-proyek tambahan yang bisa Anda kerjakan di dalam kantor. Mungkin ada pembaruan yang diperlukan di situs web perusahaan atau proyek peningkatan proses.

Berbagi Pengetahuan dengan Teman: 

Ajari teman Anda keahlian baru yang Anda kuasai. Membagikan pengetahuan adalah cara yang bagus untuk memperkuat tim Anda.

Belajar Keahlian Baru: 

Waktu luang bisa digunakan untuk belajar keahlian baru yang relevan dengan pekerjaan Anda, seperti bahasa Inggris, keterampilan komputer, teknologi baru, atau desain grafis.

Menulis Artikel untuk Perusahaan: 

Tulis artikel yang bermanfaat untuk perusahaan. Ini bisa berupa panduan, tips, atau artikel yang menginspirasi.

Membuat Proyek Baru dengan Persetujuan Atasan: 

Jika Anda memiliki ide proyek yang bisa bermanfaat untuk perusahaan, ajukan proposal kepada atasan Anda. 

Ini adalah cara yang baik untuk menunjukkan inisiatif Anda.

Membangun Produktivitas saat Beban Kerja Ringan

Jangan biarkan beban kerja yang ringan menghentikan produktivitas Anda. 

Manfaatkan waktu luang Anda untuk tumbuh dan berkontribusi maksimal untuk perusahaan. 

Ingatlah bahwa produktivitas bukan hanya tentang seberapa banyak pekerjaan yang Anda lakukan, tetapi juga tentang bagaimana Anda menggunakan waktu Anda dengan bijak. 

Dengan berfokus pada kualitas dan kontribusi yang berarti, Anda dapat tetap produktif bahkan saat beban kerja terasa ringan.

Cerita Tersembunyi di Balik Beban Kerja yang Terlalu Banyak - Anda Tidak Akan Percaya Apa yang Terjadi!


Mari kita simak kisah ini dimulai dengan seseorang yang kita sebut sebagai A. Setiap hari, A pulang kerja larut malam, terlalu lelah untuk menikmati waktu luang, dan merasa kewalahan dengan pekerjaan yang terus bertumpuk. 

Bagi A, ini adalah kenyataan yang sudah menjadi kebiasaan, dan dia merasa bahwa ini adalah harga yang harus dibayar untuk sukses di dunia kerja. Tetapi, apakah seharusnya begitu?

Menghadapi Mindset yang Menghalangi

A menghadapi sejumlah pemikiran yang menghambat kemampuannya untuk mengelola beban kerja dengan baik. 

Salah satunya adalah prinsip bahwa berkerja berarti harus siap untuk overload, dan ini berarti siap untuk kelelahan karena tumpukan pekerjaan. Ini adalah pandangan yang umum, tetapi apakah ini benar?

Ada juga pandangan bahwa semua pekerjaan harus dikerjakan karena ini menunjukkan tanggung jawab yang tinggi. 

Banyak yang percaya bahwa dengan bekerja keras, mereka akan lebih mudah dipromosikan. Namun, apakah ini selalu benar?

Di sisi lain, meminta bantuan dari teman atau rekan kerja atas beban kerja dianggap sebagai hal yang memalukan, karena bisa membuat Anda dianggap tidak mampu. 

Dan jika Anda mencoba bernegosiasi terhadap beban kerja, ini bisa diartikan sebagai menolak perintah dan mengurangi loyalitas terhadap perusahaan. 

Tetapi adakah cara yang lebih sehat untuk mengatasi beban kerja yang berlebihan?

Mencari Solusi Saat Merasa Kewalahan dengan Pekerjaan

Sebagai gantinya, seharusnya kita mempertimbangkan beberapa hal berikut ketika merasa kewalahan dengan pekerjaan:

Mengenali Batasan Kemampuan

Jangan biarkan diri Anda terlalu dipaksa oleh pekerjaan. Terlalu keras bekerja bisa berakhir dengan sakit dan pekerjaan yang tidak selesai. Penting untuk memahami kemampuan Anda dan membatasi diri sesuai dengan itu.

Bertanggung Jawab dengan Proporsionalitas

Bertanggung jawab dalam pekerjaan tidak selalu berarti kerja keras atau kelebihan kerja. Yang lebih penting adalah bagaimana Anda dapat melakukan pekerjaan secara proposional untuk menjaga kesehatan Anda dan menciptakan keseimbangan dalam hidup Anda.

Promosi dan Penghargaan

Jangan berasumsi bahwa promosi selalu diberikan kepada mereka yang paling bekerja keras. Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi promosi, seperti kemampuan sosial di lingkungan kantor, inovasi yang memberikan dampak positif pada perusahaan, dan lainnya. Jadi, fokuslah pada kualitas daripada kuantitas pekerjaan.

Berpikir tentang Rekan Kerja

Jika Anda merasa kewalahan, pertimbangkan untuk meminta bantuan dari rekan kerja. Ini bukan hanya akan membantu Anda, tetapi juga membuat rekan kerja merasa dihargai dan dibutuhkan.

Berani Bernegosiasi

Jika pekerjaan terlalu banyak, jangan takut untuk berbicara dengan atasan Anda. Mungkin mereka tidak menyadari beban kerja Anda yang berlebihan. Dengan berbicara dan bernegosiasi, Anda dapat mencapai kesepakatan yang lebih realistis yang menguntungkan semua pihak.

Menghadapi Beban Kerja dengan Bijak

Penting untuk menghadapi beban kerja dengan bijak dan realistis. Terlalu banyak pekerjaan tidak selalu berarti lebih baik, dan bekerja keras tidak selalu berarti lebih sukses. Ingatlah bahwa kesehatan dan keseimbangan dalam hidup juga sangat penting. 

Jadi, jangan biarkan diri Anda terlalu kewalahan dengan pekerjaan Anda. Cobalah untuk mencari solusi yang lebih sehat dan efektif, dan Anda akan melihat perubahan positif dalam produktivitas dan kualitas hidup Anda.

Cara Memahami Job Description Anda dengan Lebih Baik

Selamat! Anda baru saja diberikan posisi pekerjaan yang baru, sebuah langkah yang dapat menjadi pengalaman menyenangkan dan membanggakan. 

Namun, seringkali, pegawai baru menghadapi dilema dan bayangan yang menakutkan ketika harus memahami tugas dan tanggung jawab mereka yang dijelaskan dalam job description. 

Artikel ini akan membantu Anda mengatasi ketidakpastian ini dan memberikan wawasan tentang cara memahami job description Anda dengan lebih baik.

Mendapatkan Pekerjaan: Sebuah Langkah yang Penting

Selamat atas posisi baru Anda! Memperoleh pekerjaan baru adalah pencapaian yang luar biasa dan dapat memberikan perasaan senang dan bangga. 

Bagi banyak orang, ini adalah awal dari bab baru dalam karier mereka yang dapat membuka pintu menuju peluang yang lebih besar.

Dilema Pegawai Baru: Antara Harapan dan Ketidakpastian

Namun, dengan segala kegembiraan ini juga datang dilema. Pegawai baru sering kali mengalami perasaan campuran. Mereka senang karena mendapatkan amanah baru, gaji, dan kebaikan serta fasilitas yang mungkin disediakan oleh perusahaan. 

Di sisi lain, mereka juga takut melakukan kesalahan atau dianggap tidak performa dengan baik. Mereka mungkin merasa bingung tentang situasi kantor, struktur organisasi, dan job description pekerjaan baru mereka

Bayangan yang Menakutkan: Apa yang Mengganggu Anda?

Pikiran negatif dapat menjadi penghalang dalam upaya memahami job description. Anda. Mungkin Anda merasa terhambat untuk mencoba melakukan sesuatu karena khawatir akan dianggap bodoh jika bertanya. 

Atau Anda mungkin merasa bahwa banyak pertanyaan akan membuat Anda terlihat merepotkan bagi atasan atau rekan kerja. Ada juga anggapan umum bahwa sebagai pegawai baru, Anda akan diberitahu oleh orang-orang di sekitar Anda, dan karena itu, Anda harus menunggu informasi datang kepada Anda.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang butuh waktu untuk beradaptasi, kadang kita merasa bisa santai sejenak.

Cara Mengatasi Ketidakpahaman terhadap Job Description Anda

Memahami job description Anda dengan lebih baik adalah kunci untuk sukses di tempat kerja. Berikut beberapa cara untuk mengatasi ketidakpahaman tersebut:

Bertanya dengan Rasa Ingin Tahu: 

Jangan ragu untuk bertanya. Bertanya adalah tanda Anda memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan keinginan untuk berkembang di perusahaan. Ketika Anda bertanya, Anda memberi tahu atasan bahwa Anda berkomitmen untuk memahami pekerjaan Anda dengan baik.

Bekerja Sama dengan Atasan: 

Ingatlah bahwa setiap atasan ingin timnya maju. Mereka akan senang untuk menjawab pertanyaan Anda dan membantu Anda memahami job description Anda dengan lebih baik

Jangan Menunggu Selamanya: 

Jangan mengandalkan orang lain untuk memberi tahu Anda segalanya. Jika tidak ada yang bergerak untuk memberitahu Anda, pertimbangkan untuk mencari tahu sendiri. 

Cobalah untuk menemukan sumber daya atau informasi yang dapat membantu Anda memahami tugas dan tanggung jawab Anda.

Sesuaikan Waktu Adaptasi: 

Ingatlah bahwa setiap orang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Cobalah untuk menentukan berapa lama waktu yang realistis yang Anda butuhkan untuk memahami job description Anda. 

Jika Anda merasa bahwa Anda butuh lebih banyak waktu, pertimbangkan untuk berbicara dengan atasan Anda tentang hal ini.


Memahami job description Anda dengan baik adalah kunci untuk sukses di tempat kerja. Jangan biarkan ketidakpastian dan ketakutan menghentikan Anda. 

Dengan sikap ingin tahu, kerja sama dengan atasan, kemandirian, dan realisme dalam waktu adaptasi Anda, Anda dapat memahami tugas dan tanggung jawab Anda dengan lebih baik dan berkembang dalam karier Anda. 

Ingatlah bahwa semua orang pernah menjadi pegawai baru, jadi jangan ragu untuk mencari dukungan dan bantuan jika Anda membutuhkannya. Selamat berkarya!

20 Cara Berkenalan di Kantor Baru: Memulai dengan Langkah yang Tepat

Ketika Anda memulai pekerjaan baru di kantor yang belum Anda kenal, berkenalan dengan rekan kerja dan membangun hubungan yang baik adalah langkah penting. Ini akan membantu Anda merasa lebih nyaman di lingkungan kerja baru dan mungkin juga membantu karier Anda. Di bawah ini, kami akan membahas beberapa cara efektif untuk berkenalan di kantor baru.

1. Sapa Office Boy:

   Sebuah sapaan ramah kepada office boy adalah langkah pertama yang baik. Ini menunjukkan bahwa Anda bersedia untuk berkomunikasi dengan siapa pun di tempat kerja.

2. Bertanya pada Satpam:

   Berbicara dengan satpam adalah cara lain untuk memulai percakapan di kantor. Anda dapat bertanya tentang prosedur keamanan atau bahkan sekadar mengucapkan salam sebagai awal.

3. Kenalan dengan Sekretaris Front Office:

   Jangan lupa berkenalan dengan sekretaris di bagian front office. Mereka sering kali memiliki informasi berharga tentang berbagai departemen dan orang-orang di dalamnya.

4. Senyum pada Semua Orang yang Datang:

   Senyum adalah bahasa universal. Berikan senyuman ramah kepada semua orang yang Anda temui di koridor atau lift.

5. Kunjungi Bagian HR untuk Menunjuk Unit:

   Saat Anda pertama kali datang, singgahlah di bagian HR untuk menunjukkan unit kerja Anda. Ini adalah kesempatan baik untuk berkenalan dengan staf HR dan mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang perusahaan.

6. Salaman dengan Teman Sejawat:

   Selama proses pengenalan, luangkan waktu untuk bersalaman dengan rekan kerja sejawat Anda. Ini adalah cara yang sederhana tetapi efektif untuk memulai hubungan.

7. Lapor ke Atasan:

   Jika mungkin, segera lapor ke atasan Anda. Ini adalah kesempatan untuk berbicara tentang tanggung jawab Anda dan mendapatkan masukan awal.

8. Tanyakan Siapa yang Membutuhkan Unit Kerja

   Ajukan pertanyaan kepada rekan kerja atau atasan Anda untuk mengetahui siapa yang terlibat dalam unit kerja Anda. Ini akan membantu Anda memahami dinamika tim.

9. Cari Tahu Siapa yang Mendukung Kita Bekerja:

   Identifikasi rekan kerja yang mungkin mendukung Anda dalam pekerjaan Anda. Mereka dapat memberikan bantuan atau nasihat yang berharga.

10. Kenalan dengan Teman Baru di Pantri

    Pantri seringkali menjadi tempat santai di kantor. Cobalah untuk berkenalan dengan teman baru saat Anda beristirahat.

11. Minta Sesuatu ke Orang Dekat Beda Unit:

    Jika Anda membutuhkan bantuan atau informasi dari unit lain, minta tolong secara sopan. Ini bisa menjadi peluang untuk berkenalan.

12. Perkenalkan Diri saat Rapat:

    Jika Anda berpartisipasi dalam rapat tim, jangan lupa untuk memperkenalkan diri Anda dengan singkat. Ini membantu orang lain mengenali Anda.

13. Minta Teman untuk Keliling Kantor:

    Mintalah teman sejawat untuk mengajak Anda berkeliling kantor dan memperkenalkan Anda kepada rekan-rekan yang lain.

14. Minta Struktur Perusahaan:

    Memahami struktur perusahaan adalah penting. Anda dapat meminta seseorang untuk menjelaskan siapa yang memegang posisi kunci.

15. Cari Orang-orang Penting di Perusahaan

    Identifikasi orang-orang yang memiliki pengaruh dan otoritas di perusahaan. Ini bisa membantu Anda memahami dinamika kekuatan.

16.Pura-pura Bertanya Sesuatu padahal Kaku Sudah Tahu:

    Terkadang, bertanya tentang sesuatu yang Anda tahu sebenarnya adalah alat pembuka percakapan yang baik. Misalnya, bertanya tentang kebijakan perusahaan meskipun Anda telah membacanya.

17. Minta Rekomendasi untuk Berkenalan:

    Jika Anda ingin berkenalan dengan seseorang secara khusus, minta rekomendasi dari rekan kerja yang sudah lebih lama bekerja di sana.

18. Tanyakan Teman Sejawat Mereka:

    Teman sejawat yang sudah berpengalaman di kantor dapat memberikan wawasan tentang rekan-rekan lainnya dan bagaimana berinteraksi dengan mereka.

19. Ikut Makan Siang Bersama:

    Jika tim Anda sering makan siang bersama, ikutilah. Ini adalah kesempatan yang baik untuk berbicara tanpa tekanan.

20. Minta Diajak ke Unit Lain atau Pelanggan:

    Jangan ragu untuk meminta teman kerja yang sudah lebih lama untuk mengajak Anda berkunjung ke unit lain atau pelanggan. Ini bisa menjadi pengalaman yang berharga.

Berkenalan di kantor baru adalah langkah awal yang penting dalam membangun hubungan dan merasa nyaman di lingkungan kerja yang baru. Dengan mengikuti beberapa langkah di atas dan bersikap terbuka, Anda akan lebih mudah beradaptasi dan mungkin akan menemukan teman-teman baru yang akan mendukung Anda dalam karier Anda. Ingatlah bahwa membangun hubungan memerlukan waktu, jadi bersabarlah dan teruslah berusaha untuk terhubung dengan rekan kerja Anda.

16 Cara Mengatasi Rasa Bosan dalam Bekerja Di Perusahaan

Ada kalanya setelah beberapa lama bekerja di perusahaan timbul rasa monoton. Sehingga butuh cara memngatasi rasa bosan dalam bekerja di perusahaan. Hal ini normal saja. Sesuatu yang bersifat rutin terus menerus rasanya menjadikan hidup terasa hambar, karena hal yang sama dilakukan berulang.

Sekarang apa saja sih yang bisa kita lakukan agar kita bisa menjadi bersemangat dalam bekerja. Nah ini ada beberapa ide yang bisa kamu dapatkan tentang cara mengatasi rasa bosan di kantor

Cara Mengatasi Rasa Bosan Bekerja dari Pengalaman

Cara pertama untuk mengatasi rasa bosan saat bekerja adalah dengan melakukan flash-back. Melihat cerita cerita kita di masa lalu. Kita cek cek lagi situasi apa saja, kegiatan apa saja yang membuat kita bersemangat.

1. Belajar Hal Baru

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi rasa bosan di kantor adalah dengan terus belajar hal-hal baru. Cobalah untuk menghadiri seminar, workshop, atau pelatihan yang relevan dengan pekerjaan Anda.

2. Ikut Proyek Baru

Bergabung dengan proyek-proyek baru di kantor dapat memberikan tantangan baru dan membuat hari-hari Anda lebih menarik.

3. Dapatkan Uang Tambahan

Jika memungkinkan, Anda dapat mencari peluang untuk mendapatkan uang tambahan di tempat kerja, seperti melakukan pekerjaan lembur atau mengambil tugas tambahan.

4. Bermanfaat Bagi Orang Lain

Membantu rekan kerja atau atasan Anda ketika mereka membutuhkan bantuan bisa memberikan perasaan pencapaian yang memuaskan.

5. Ikut Lomba Inovasi 

Jika kantor Anda memiliki kompetisi inovasi, ikutilah! Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan ide kreatif Anda.

6. Pindah Lokasi Baru 

Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk pindah tempat kerja atau meja Anda. Kadang-kadang, perubahan lingkungan dapat menyegarkan pikiran Anda.

7. Bertemu Atasan Baru

Bertemu atasan baru atau mengambil peran yang lebih bertanggung jawab dapat memberikan perspektif yang berbeda dan menarik.

8. Bertemu Teman Baru 

Cobalah untuk menjalin hubungan sosial yang lebih kuat di tempat kerja. Berteman dengan rekan kerja baru dapat membuat suasana lebih menyenangkan.

9. Dapatkan Promosi 

Mengejar promosi adalah tujuan yang luar biasa dan dapat memberikan Anda dorongan motivasi yang besar untuk bekerja lebih keras.

10. Dapatkan Reward Pelatihan Ke Luar Negeri

Jika perusahaan Anda menawarkan pelatihan ke luar negeri sebagai reward, manfaatkan kesempatan ini untuk merasakan pengalaman baru.

Cara Mengatasi Rasa Bosan Bekerja dari Potensi Sukses Di masa depan

Selain melakukan feedback terhadap masa lalu kita juga bisa membayangkan diri kita tatkala sudah sukses untuk bertahan dan menemukan cara baru agar tidak bosan semisalkan motivasi sebagai berikut 

11. Ikut Pelatihan Lebih Tinggi

Jangan pernah berhenti belajar. Pertimbangkan untuk mengambil kursus atau pelatihan yang lebih tinggi untuk meningkatkan keterampilan Anda.

12. Bersyukur atas Rejeki Orang Lain

 Ingatlah untuk selalu bersyukur atas apa yang Anda miliki. Itu akan membantu Anda menghargai pekerjaan Anda lebih baik.

13. Menyadari Amanah Allah kepada Kita

Pekerjaan Anda adalah amanah dari Allah. Mengingat hal ini dapat memberikan Anda motivasi ekstra untuk bekerja dengan baik.

14. Mengajar Orang Lain atau Teman 

Bagikan pengetahuan Anda kepada rekan kerja atau teman-teman yang membutuhkannya. Ini bisa memberikan rasa pencapaian yang luar biasa.

15. Mendapat Pengakuan dari Eksternal

Apresiasi dari luar kantor, seperti penghargaan atau pengakuan atas prestasi Anda, dapat menjadi sumber motivasi yang kuat.

16. Bisa Membahagiakan Orang Lain

Akhirnya, ingatlah bahwa pekerjaan Anda juga dapat digunakan untuk membantu orang lain. Jika Anda dapat membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain melalui pekerjaan Anda, itu adalah hal yang luar biasa.

Rasa bosan di kantor adalah hal yang alami, tetapi tidak harus berlangsung lama. Dengan mengikuti ide-ide kreatif ini, Anda dapat mengatasi rasa bosan Anda, membuat pekerjaan Anda lebih bermakna, dan bahkan mencapai kesuksesan yang lebih besar dalam karier Anda. Jadi, jangan biarkan rasa bosan menguasai Anda. Cobalah salah satu atau lebih dari ide-ide di atas dan nikmati perubahan positif dalam rutinitas kerja Anda.





Cara Mengatasi Rasa Takut Masa Depan

Ada sebuah pertanyaan menarik kemarin yang saya baca saat browsing di quora. Yaitu tentang bagaimana caranya mengatasi rasa takut masa depan? Ini adalah salah satu pertanyaan buat saya cukup dalam. Bukan karena saya juga merasakan hal yang sama. Tetapi saya berusaha memahami sebuah situasi dimana ada perasaan yang tumbuh dalam sebuah pemikiran terhadap sesuatu di waktu yang akan datang.

Rasa Takut Masa Depan

Mungkin juga banyak barang kali ya orang yang merasa takut terhadap masa depan. Takut gagal. Takut miskin. Takut tidak bekerja. Takut sakit. Takut tidak mandiri. Takut tidak punya jodoh mungkin. Banyak sekali rasanya rasa takut. Mungkin kita perlu sendiri bertanya pada diri kita. Apa sih rasa takut yang kita rasakan? Rasa takut terhadap apa? Karena masa depan adalah kata penunjuk waktu. Mungkin pertanyaan saat kita berada di masa depan, apa yang kamu takutkan? Pekerjaan? Jodoh? Harta? Uang? Kasih Sayang? Kesendirian?

Jadi bisa dikatakan, saat ini kamu berada dalam rasa takut semisalkan rasa takut tidak sukses. Jadi orang yang berkekurangan, tidak punya harta, hidup biasa biasa saja, tidak punya pekerjaan yang layak.

Keadaan Di Masa Depan   

Sekarang mari kita melihat sesuatu yang berbeda di masa depan. Lawan dari rasa takut adalah berani, bukan? Sehingga kalau kita takut terhadap masa depan, maka kita ingin agar memiliki rasa berani masa depan. Kita ingin menjadi orang yang positif di masa depan. Bersemangat menghadapinya. Bersiap menyosongnya.

Kira kira juga apa sih yang kita lihat saat kita berani dalam menghadapi masa depan ini? Kalau takut kita cenderung perasaan murung atau sedih. Berarti kalau berani kita akan memiliki perasaaan bahagia, bersemangat. 

Saat berani menghadapi masa depan kita akan menjadi orang yang berdiri tegap, bergerak cepat, dan wajah cerah bercahaya. Bandingkan dengan saat takut, kita akan cenderung lemas, lambat dan redup wajahnya.

Mengatasi Rasa Takut Masa Depan 

Dalam mengatasi rasa takut, kita butuh untuk menetapkan keadaan masa depan yang diinginkan. Tentunya kita ingin agar kita berani dengan menghadapi masa depan. Kita bisa menentukan apa yang terjadi keadaan apa yang akan terjadi pada masa depan menurut kita.

Nah rasa berani ini sebenarnya bisa jadi pernah dialami di diri kita. Bisa diingat ingat kembali kira-kira kapan dimana dan rasa saat rasa berani ini ada. Semisalkan pernah berani saat acara jurit malam di sekolah. Saat ditinggal sendirian di rumah, sementara semua orang pergi. Saat berani menyeberang jalan di lampu merah pertama kali.

Rasa berani ini bisa ditimbulkan dari masa lalu kita. Dan gunakan rasa ini untuk menetapkan di diri. Oh saya ini mampu koq mengatasi rasa takut. Saya pernah berani. Berani ini yang dimasukan ke dalam diri untuk menghadapi masa depan.

Menangani masa takut juga bisa dengan melihat diri kita tatkala sukses di masa depan. Rasakan bagaimana saat kita sukses di masa depan. Apakah gerak tubuh kita? Apa perasaan kita? Bagaimana cara berjalan kita? Apa saja yang kita lihat di diri kita saat sukses? Misalkan bekerja di kantor besar, atau memiliki perusahaan yang tumbuh bagus. Di kelilingi oleh teman teman atau tim yang semangat sukses.

Itu semua adalah  bekal kita untuk berani. Kita pernah berani. Dan kita bisa membayangkan diri kita yang sukses hingga berani untuk mencapainya.

Melihat perubahan dan menangani kendala 

Saat kita berangkat menuju keberanian menghadapi masa depan. Maka kita bisa memperhatikan tanda tanda bagaimana kita perlahan menuju ke rasa berani ini. Apakah kita sudah mulai berpikir positif. Apakah kita sudah bisa melihat sesuatu itu mudah dicapai? Apakah kita bisa merasakan berani itu sudah timbul di diri kita.

Kalaupun kita belum berani, mungkin kita bisa melakukan beberapa hal untuk memperbaiki. Semisalkan kalau rasa berani belum muncul. Mungkin kita perlu melihat dari orang lain bagaimana meraka menjadi sukses padahal dahulunya mereka bukan lah siapa siapa. Sangat banyak tipe orang seperti ini. Mereka orang yang biasa-biasa saja, namun akhirnya mereka bisa menjadi orang yang luar bisa. Apa yang mereka lakukan? Apa yang ada disekeliling mereka? Apa pikiran yang merubah mereka. Sehingga saat sesuatu tidak berjalan. kita memiliki alternatif untuk mengatasinya.

Berani Menghadapi Masa Depan Menjadikan Diri Sukses

Berani menghadapi masa depan merupakan bagian dari diri kita. Dengan berani kita bisa lebih siap menghadapi masa depan. Kita bisa menjadi juara atas diri kita saat kita bisa membangkitkan rasa berani ini. Rasa berani karena kita berada di dalam lindungan Tuhan sang Maha Pencipta - Allah SWT. Dengan lebih siap, dan menjadi juara maka kita sudah menjalankan amanah Tuhan sebagai khalifah yang tidak takut apapun kecuali kepada tuhannya. Berani karena kita sudah pernah dan kelak akan sukses di masa depan.

Apa Sih Proaktif dalam Bekerja

Kali ini saya akan sedikit membawa ke lingkungan pekerja.  Membahas tentang apa sih proaktif dalam bekerja. Karena jujur, karakter proaktif ini sangat dibutuhkan oleh setiap orang sehingga banyak pekerjaan yang lebih cepat selesai.

Apa sih proaktif itu ? Proaktif merupakan tindakan yang dilakukan oleh diri kita terhadap lingkungan. Kita bisa lihat orang yang proaktif terlihat seperti orang yang sangat bersemangat dan mau berbuat lebih dalam bekerja. 

Contohnya semisalkan bila ada situasi dimana seseorang bagian administrasi berada di depan kantor. Kemudian datang seorang tamu yang tampak kebingungan dengan situasi kantor. Nah teman di bagian administrasi ini kemudian berinsiatif untuk mendatangi, menanyakan kepentingan dan mencarikan solusinya.

Bisa juga proaktif ditunjukan dari tidak takut untuk mencoba hal hal baru yang belum tereksplorasi. Sebagai contoh dalam melakukan tugas pelaporan, hal yang paling umum dilakukan adalah dengan mengetikkan sesuai contoh. Kemudian ada seseorang yang berbuat lebih dengan merapihkan layout yang tadinya tidak teratur menjadi lebih rapih dan mudah dibaca serta menambahkan ringkasan eksekutif. Hal ini tentu saja akan membantu pembaca untuk lebih cepat memahami isi dari laporan.

Kalau diperhatikan orang yang proaktif cenderung bekerja dengan perasaaan senang. Hatinya bersemangat untuk dapat bisa membantu dirinya atau orang lain lebih baik. Ada sesuatu yang mengerakan hatinya untuk merasa puas bila mampu untuk berbuat lebih dari sekedarnya.

Orang proaktif juga memiliki perasaan ingin tahu terhadap hal-hal baru yang ditemukan. Semisalkan mendapatkan contoh atau ide dari sebuah media. Kemudian hal hal baik ini dilakukan. Ini semua semata agar sesuatu tidak berjalan rutin.

Membedah lagi lebih dalam mengapa orang melakukan hal secara proaktif, bisa saja karena melakukannya menyenangkan. Senang membantu orang lain. Senang hasilnya diterima. Senang melihat perubahan. Senang memberikan solusi.

Dan tak jarang orang yang proaktif menemukan hal hal baru. Untuk menemukan cara cara baru yang lebih baik, ia siap untuk menerima konsekuensi untuk mencoba denganr resiko gagal. Modalnya coba saja semoga berhasil.

Akhirnya sikap proaktif ini membawa pada kehidupan yang lebih berarti. 


  

  

Bagaimana cara memahami orang lain

Pernahkah anda berada dalam situasi mempertanyakan bagaimana cara memahami orang lain? Mengapa hal ini timbul? 

Biasanya karena kita dihadapkan dengan situasi di mana kita diminta untuk menyelesaikan sebuah target pekerjaan. Tetapi nyatanya hal itu sangat bergantung kepada orang lain karena kontribusinya terhadap pekerja yang kita selesaikan.

Kita paham bahwa setiap memiliki target yang harus diselesaikan tepat waktu. Waktu yang terus berlalu menjadi tanda bahwa sebuah pekerjaan harus diselesaikan agar proyek yang dilakukan tidak mundur dari jadwal.

Pertanyaannya adalah kira-kira apa yang bisa kita lakukan untuk bisa menjaminkan bahwa Mitra kita bisa memenuhi harapan kita? Sebuah pertanyaan yang menarik dan Mari kita bahas.

Kalau kita cermati lebih detail ternyatan, terlambat penyelesaian sebuah proyek bisa disebabkan dari saling tidak mengerti antar para pihak. Bisa jadi antara satu unit dengan unit lain. Bisa juga dari pelaksana dengan supplier. Bahkan bisa juga antara pemilik proyek dengan pelaksanaannya.

Secara sederhana hal ini disebabkan oleh kedua pihak saling memiliki persepsi sendiri. 

Sebagai contoh tentang tanggal pengiriman. Seorang pelaksana menunggu barang datang di hari Minggu karena akan diperiksa lebih dahulu sebelum dipakai pada hari Senin. Sedangkan supplier melihat Tidak mungkin orang bekerja di hari Minggu dan menganggap pekerjaan akan dilakukan di Senin pagi.

Kita bisa membayangkan dari ini akan ada kekacauan karena barang tidak disepakati waktu kedatangannya. Kedua pihak saling memiliki persepsinya masing-masing terhadap waktu.

Pada kenyataannya kedua pihak tidak berusaha untuk saling berbagi pandangannya. Keduanya saling berpegang pada transaksinya masing-masing. Hal ini yang menyebabkan tidak adanya solusi untuk menangani perbedaan persepsi yang ada.

Bahkan keduanya saling menunggu dan berharap pihak lain untuk memulai. Tentu adalah hal yang tidak mungkin terselesaikan kalau keduanya saling menunggu.

Lalu bagaimana kita akan menanganinya ? Ada prinsip di dalam NLP yang menyatakan setiap orang memiliki peta dalam pikirannya dalam melihat dunia. 

Dalam prinsip ini setiap orang dengan pengalamannya berupa kejadian dalam bentuk gambar, suara yang didengar atau perasaan tertentu akan membentuk sebuah peta Bagaimana Mereka melihat dunia. 

Ada yang penuh disiplin dan ada yang sedikit longgar. Ada yang menggebu-gebu dan ada juga yang santai. 

Intinya setiap orang memiliki Belief, value, identitas, motivasi yang akan membentuk bagaimana mereka berpikir. 

Setiap orang akan berbeda dan perbedaan ini bisa menimbulkan akibat perselisihan terhadap cara pandang. Sebenarnya hari ini tidak juga jadi masalah tatkala keduanya saling melihat menurut persepsinya masing-masing.

Namun pada kenyataannya tidak demikian. Dalam interaksi sehari-hari baik di pekerjaan maupun lingkungan sosial kita akan berhadapan dengan orang lain yang memiliki cara pandang yang berbeda.

Di sinilah pentingnya untuk memahami setiap orang memiliki peta dunianya maka kita akan menghormati cara pandang orang lain yang berbeda. 

Untuk bisa memahami orang lain kita bisa memperhatikan postur gesture dan kata-kata yang digunakan. Dari tanda-tanda ini kita bisa merasakan apa kira-kira yang mereka pikirkan.

Dengan teknkk empati kita bisa melihat apa yang kira-kira dipikirkan oleh orang lain dan bisa saja langsung dikonfirmasi terhadap apa yang kita tangkap. Konfirmasi ini penting karena untuk memastikan apakah yang ada di persepsi kita itu seperti yang ada di benak orang.

Memulai sebuah tindakan yang dalam kendali adalah lebih baik daripada menunggu. Melakukan tindakan yang berada dalam kendali kita adalah sesuatu yang sangat mungkin dilakukan. 

Kita bisa merubah cara pikir, kita berubah perasaan, kita merubah Gerakan tubuh kita atau sampai dengan merubah tindakan kita. Itu semua adalah hal-hal yang berada dalam kendali kita. Dan itulah yang bisa kita ubah lebih dahulu.

Sehingga dalam menghadapi sebuah situasi yang tidak jelas yang dibutuhkan adalah komunikasi untuk menyamakan persepsi sehingga tercipta peta yang saling dipahami. Ambilah tindakan di dalam diri kita untuk bisa memahami peta orang lain sehingga apa yang kita inginkan bisa tercapai melalui kesamaan pemahaman baik dari diri kita maupun orang lain.

Rahasia Cara Terindeks di Google Cepat dan Mudah

Punya masalah dengan website yang tidak terindeks di google? Nah, saya akan share rahasia dari pengalaman saya untuk Cara Terindeks di Google Cepat dan Mudah.

Seperti tulisan saya sebelumnya tentang bagaimana blog yang tidak enak dibaca, hingga kesalahan di website . Akhirnya, saya menemukan jawabannya secara tidak sengaja.

Jadi salah satu masalah di website adalah blog ini tidak terindeks di google. Dari beberapa bulan, hanya ada 3 link saja yang aktif. Tentu hal ini menganggu buat saya yang ingin tulisan ini bisa dibaca oleh banyak orang. Google sebagai search engine yang banyak dibaca orang akan menjadi salah satu peluang para pembaca baru untuk mengenal saya. 

Alasan lain, rasanya percuma kalau kita sudah menulis banyak dan berharap ditemukan oleh banyak orang ternyata tidak terindeks di google. Sehingga index google menjadi penting.

Isu ini sebenarnya sudah beberapa bulan. Dan sudah banyak hal yang dicoba. Seperti mengatur setting redirect di google blogspotnya (karena saya menggunakan layanan blogspot), membuat sitemap di blog, mengirimkan sitemap ke google search console, mengupdate manual dan meminta indeks. Semuanya belum berhasil. Saya melakukannya di komputer laptop.

Hingga pada suatu waktu, Tanpa saya sengaja akses dari handphone dan melakukan manual review dan meminta untuk melakukan indeks. Jadi saya membuka blog, membaca satu artikel, dan mengambil link urlnya. Selanjutnya saya cari di google search console, dan meminta untuk diindex dengan menu request index.

Ternyata setelah beberapa waktu, cara ini berhasil. Ternyata search link dari handphone ini berhasil dikenali oleh google dan cepat terindeks. Seperti hari ini, sekitar 2 hari lalu saya melakukan permintaan indeks, dan saat ini setelah 2 hari, link artikel tadi sudah ada di google.

Buat saya ini sangat membantu menyemangati kalau artikel yang saya tulis akan bisa ditawari untuk dibaca orang dan membantu orang dari apa yang saya tuliskan.


Gelombang Perkembangan Teknologi bernama Batterai

Sewaktu kecil, saya masih merasakan untuk nonton film batman di sore hari, harus keliling tetangga yang memiliki tv dengan batterai. Kala itu belum ada listrik. Sehingga untuk menikmati tv, setiap rumah harus memiliki batterai untuk menyalakannya.

Kalau sedang beruntung kita bisa menemui tetangga yang dekat dengan baterai yang cukup untuk menonton film anak-anak Batman.  namun kalau sedang semua Tetangga mencharge baterai maka kita harus berkeliling makin jauh untuk bisa menikmati film tersebut.

Itulah perkembangan teknologi batterai saat itu.

Ternyata perkembangannya makin maju. kita bisa melihat bagaimana baterai digunakan untuk kendaraan motor atau mobil dalam membantu penerangan dalam perjalanan dengan lampu. Di sini baterai tidak digunakan sebagai modal utama untuk menggerakkan mesin tetapi lebih cenderung sebagai alat bantu untuk mendukung kendaraan itu dalam perjalanan.

Kita juga bisa lihat bagaimana saat komputer hadir kemudian berkembang menjadi portable komputer atau yang sering disebut sebagai laptop. Dengan hadirnya laptop maka kita butuh baterai yang menghidupinya. di sini kita bisa lihat baterai sudah menjadi sumber utama bagi laptop untuk bekerja dan beroperasi sesuai dengan batasan waktu kapasitas baterai tersebut.

Perkembangan juga makin bertambah canggih dengan hadirnya telepon seluler atau handphone. saat itu baterai menjadi bagian dari handphone karena karakternya yang mobile. Bahkan kapasitas baterai bisa menjadi alat differensiasi dari handphone untuk ditawarkan kepada konsumen.

Sebenarnya bila kita runtut lebih jauh baterai juga digunakan untuk lampu penerangan di rumah dengan mengkombinasikan tenaga surya.  Kita juga bisa melihat baterai digunakan sebagai alat penerang waktu malam hari yang disebut dengan senter. Dengan lampu penerangan senter ini, para petugas keamanan di malam hari bisa bekerja untuk memeriksa hal-hal yang mencurigakan.

Berikutnya kita juga bisa melihat beberapa peralatan yang sudah menggunakan baterai seperti misalkan speaker yang portable. Sehingga memungkinkan kita mendengarkan musik dengan suara yang cukup keras di mana saja. Termasuk juga perkembangan headset bluetooth yang bisa dipakai menemani perjalanan di mana saja baik di pesawat, jalan kaki atau di kereta api.

Belakangan hari ini kita melihat bagaimana baterai digunakan untuk bisa menjadi tenaga utama dalam menjalankan kendaraan. Kita bisa melihat bagaimana mobil  menggunakan baterai untuk berjalan sehari-hari. Demikian pula untuk kendaraan motor. Saat ini kita bisa melihat mulai banyak kendaraan mobil dan motor yang menggunakan baterai.

Melihat kondisi seperti ini maka tidaklah mustahil bila ke depan kita bisa melihat baterai digunakan untuk peralatan-peralatan yang lebih besar seperti misalkan kapal pesawat terbang atau bahkan peralatan-peralatan berat yang mendukung transportasi atau operasional.  Demikian pula dengan pemanfaatannya bagi peralatan rumah tangga yang dibutuhkan untuk bergerak secara mandiri.

Di sisi lain penggunaan baterai ini akan memberikan manfaat positif kepada lingkungan karena penggunaan bahan bakar berbasis fosil yang cenderung mengeluarkan sisa pembakaran yang kotor akan hilang dan tergantikan dengan baterai yang bersih. Sehingga kita bisa menikmati udara yang lebih baik dengan tingkat kesehatan juga yang akan aman bagi manusia.

Ada hal lain juga yang perlu diperhatikan yaitu dengan semakin meningkatnya penggunaan baterai maka baterai ini akan bisa menimbulkan peluang limbah yang sulit untuk diurai.  Sehingga dibutuhkan manajemen pengelolaan limbah baterai yang lebih efektif sehingga tidak merusak lingkungan dalam waktu jangka panjang.

Demikian pula dengan  pembangkit tenaga listrik saat ini yang masih mengandalkan bahan bakar berbasis fosil seperti batubara atau diesel. Hal ini tentu saja yang menjadi adalah agregasi bahan bakar fosil di satu tempat yang berpotensi memiliki implikasi sama  terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik titik sehingga tantangannya adalah bagaimana kita bisa menemukan sumber-sumber teknologi terbarukan seperti halnya matahari angin panas bumi yang lebih aman bagi dunia.

Demikian perkembangan teknologi terbaru kini yang bernama baterai dan mulai masuk ke beragam peralatan untuk membantu manusia menjadi lebih efektif dan tentu saja efisien serta aman bagi lingkungan. 

Mau tahu Apakah Anda sudah Tumbuh? Gunakan Indikator Pertumbuhan Diri

Selamat pagi atau selamat siang itu bisa ditandai dengan posisi matahari saat itu. hal ini cocok mungkin di mana matahari bergerak sepanjang tahun dan dapat digunakan  sebagai referensi penanda waktu. Bahkan di Islam waktu sangat penting untuk menandai waktunya aktivitas salat.  sebuah hari disebut sore apabila matahari sudah berada di barat dan perlahan menghilang di balik Horizon saat itu langit menjadi gelap.

Dengan penanda waktu ini kita bisa dengan mudah mengukur aktivitas-aktivitas yang kita lakukan. seperti bangun tidur berangkat ke kantor atau ke sawah, istirahat siang saatnya salat hingga saatnya pulang ke rumah tatkala sudah senja. 

Dari indikator matahari Kita bisa belajar betapa pentingnya sebuah alat-alat penunjuk sebagai tanda perkembangan pertumbuhan atau kemajuan dari sebuah satuan. 

Dengan indikator ini kita bisa merencanakan aktivitas-aktivitas sesuai dengan ketersediaannya.  Kita juga bisa merencanakan dengan lebih baik melalui peninjauan ulang terhadap pencapaian indikator. Dalam eksekusi kita bisa menggunakan indikator sebagai referensi untuk mengalokasikan resource secara tepat. 

Sebagai contoh,  Pak petani akan pergi ke sawah tatkala matahari belum lagi tinggi Hal ini untuk mencegah terik matahari yang akan menguras energinya dalam menggarap sawah.  dengan mengetahui indikator matahari yang akan terik pada waktu tertentu Pak petani Berencana untuk berangkat pagi hari saat matahari belum lagi sibuk.  Demikian pula dengan para pekerja Yang mengetahui jam-jam sibuk di jalan Raya sehingga bisa memilih untuk berangkat lebih awal atau setelah kemacetan berlalu.

Indikator juga bisa digunakan untuk mengatur alokasi sumberdaya yang tepat Saat eksekusi aktivitas di lapangan sebagai contoh misalkan saat Ronaldo ditarik keluar dari lapangan tatkala timnya sudah menang 5-0 dari lawan. Hal ini dilakukan oleh pelatih yang melihat bahwa indikator Kemenangan sudah ditangan dan Saatnya untuk mengistirahatkan Ronaldo untuk pertarungan berikutnya dan mengalokasikan pemain muda dalam mendapatkan pengalaman bermain ke lapangan. 

Selain contoh-contoh di atas, Kita akan juga dibantu oleh indikator-indikator lain dalam kehidupan pribadi secara umum. Contohnya adalah untuk berat badan kita memiliki indikator timbangan dalam satuan kg. Ada juga indikator yang bersifat formula berdasarkan indikator lain seperti halnya BMI atau Body Mass Index. BNI ini akan sangat membantu banyak orang untuk mengetahui tingkat obesitas seseorang sehingga mereka bisa merencanakan aktivitas-aktivitas dalam pencegahan atau solusi atas kegemukan. 

Indikator lain juga banyak seperti halnya alat detak jantung yang tersimpan di jam cerdas. Dengan mengetahui jumlah detak jantung ini kita bisa melakukan aktivitas olahraga yang tepat.  sebagai contoh untuk usia lanjut di atas 50 tahun dalam berolahraga sebaiknya detak jantung berada dalam porsi 60 sampai 70% dari angka 220 dikurang usia.  hal ini untuk membantu seseorang dalam beraktivitas tanpa membangkitkan hormon lapar yang timbul tatkala detak jantung di atas 70%.

Ada banyak indikator lain yang sangat membantu dalam kehidupan kita pribadi seperti misalkan tensimeter untuk mengukur tekanan darah, indikator gula. Dan masih banyak lagi indikator lain yang bisa kita temui saat pergi ke laboratorium kesehatan.

Tidak hanya dalam kesehatan ada banyak indikator yang dibutuhkan dalam kehidupan seseorang pribadi.  indikator ini sangat personal dan bervariasi dari satu orang ke orang lain.  bahkan indikator ini bisa diciptakan sesuai dengan target-target yang akan dicapai secara pribadi oleh orang tersebut.

Sebagai contoh orang yang ingin aman secara finansial bisa menggunakan indikator jumlah tabungan atau jumlah investasi yang sudah dilakukan. Indikator lain misalkan pendidikan bisa dijadikan referensi misalkan tingkatan sarjana pascasarjana baik Master maupun Doktor. Ada juga indikator semisalkan dari sisi religius,  orang bisa menetapkan misalkan hari-hari mereka berpuasa, ketepatan waktu salat, jumlah zakat dan sedekah hingga pencapaian untuk pergi haji. Indikator sosial lainnya juga penting seperti misalkan jumlah tetangga yang dikenal, seberapa sering silaturahmi, atau ikut dalam aktifitas kegiatan lingkungan.

Demikian pula indikator yang digunakan sebagai referensi dalam perkembangan sebuah organisasi atau lingkungan kerja.  dengan menggunakan target-target yang sudah diterapkan oleh perusahaan kita bisa membangun indikator-indikator yang  bersifat early indikator yaitu indikator yang menjadi tanda-tanda awal bahwa target akan bisa tercapai.  Ada satu jenis lagi indikator yang bersifat tertinggal atau lag indicator,  sebagai penanda bahwa target tercapai namun memiliki tentang waktu lebih lama untuk mengetahuinya.

Sama halnya dengan konsep tadi bahwa indikator-indikator ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui progres pertumbuhan pencapaian target perusahaan seperti kecelakaan jumlah aktivitas sales jumlah promosi yang dilakukan jumlah tenaga sales dan direkrut sampai dengan jumlah training yang diberikan dari indikator-indikator ini Kita bisa belajar bahwa untuk mencapai sebuah target kita harus  memecah target menjadi indikator-indikator yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk diidentifikasi. 

Indikator ini juga bermanfaat untuk melihat potensi terjadinya gap atau penyelewengan dari target yang sudah ditetapkan. Sehingga seorang leader dan mengajak timnya untuk kembali fokus dan mengeksekusi secara rapi terhadap rencana yang sudah ditetapkan. 

Dari Kerangka Besar Menuju ke Detail

Mau tahu rahasia membaca buku? Ternyata rahasianya adalah memahami cara membuat buku. Koq bisa? Ya karena kita paham sebuah buku dibuat maka kita tahu bagaimana membaca sebuah buku.

Suatu ketika saya mengikuti sebuah pelatihan penulisan buku oleh salah satu penulis dari yogya. Saya menemukan apa yang diajarkan sangat sistematis dan menarik dalam penerapannya.

Pelatihan itu sekitar 2 mingguan. Dimulai dengan meminta para peserta menulis 100 judul buku yang akan ditulis. Nah selama 3 hari kita mengumpulkan semua ide buku yang akan ditulis. Setelah itu disetorkan ke pengajar. Di sini akan terfilter beberapa orang untuk menyelesaikannya.

Setelah 100 buku ini dibuat, peserta diminta untuk memilih 3 judul buku yang akan diselesaikan. Dan akhirnya diminta memilih 1 buku yang akan diselesaikan dalam waktu 3 bulan. Dan hasilnya disetorkan kembali ke pengajar.

Memasuki tugas ke tiga, maka peserta diberikan tugas lagi. Dari 1 buku, diminta membuat tema tema dari bab buku yang akan dibuat. Semisalkan membuat buku tentang karir sebagai developer, maka kita akan membuat mungkin 24 bab. Dan kembali dikumpulkan.

Setelah bab selesai, dilanjutkan lagi dengan permintaan untuk mendetilkan dalam setiap bab ada berapa sub bab. Misalkan 4-6 sub bab. Dan dituliskan semua. Kemudian dikumpulkan.

Pekerjaan makin menantang, kan. Ternyata masih ada lagi, di setiap sub bab, diminta menuliskan deskripsi singkat, apa yang akan dijabarkan dari isi masing-masing sub bab dalam beberapa kalimat 2-4 saja. 

Dan akhirnya kerangka buku itu selesai.

Tugas penulis sekarang menjadi lebih mudah. Tugasnya sekarang adalah komitmen menulis setiap sub bab menjadi tulisan 1-3 halaman. Dan berjanji dalam 1 hari akan menyelesaikan berapa bagian halaman. Ada yang 1 halaman per hari, ada yang 5 halaman. Bergantung ke masing masing orang.

Semisalkan memiliki  140 halaman, dan berjanji 2 halaman sehari, maka diutuhkan 70 hari untuk menyelesaikan atau sekitar 2 bulan 10 hari, draft buku akan selesai di kerjakan.

Dalam menyelesaikan sebuah project maka bangunlah kerangka besarnya. Apa yang akan diselesaikan. Kemudian detail-detail sampai semua dipahami. Sehingga saat mengeksekusi kita akan memiliki kemudahan dalam menyelesaikan. Karena kita memulai dari akhir. Dari kerangka besar menuju ke detil