Ternyata obat itu begini maksudnya

Ketika ke dokter, umumnya kita akan diberikan obat. Obat diberikan untuk kesembuhan pasien tentunya. Tapi benarkah obat menyembuhkan.

Karena bisa jadi obat yang diberikan hanya bersifat peredaran. Pereda rasa sakit. Jadi rasa sakit itu tetap ada tetapi sinyal sakit ke otak yang diblok sehingga tidak terasa. Mati rasa.

Belakang ada sudut padang menarik dari kehadiran obat. Apa itu?

Obat sebagai peluang untuk membuat tubuh memperbaiki diri.

Obat memang tidak menyembuhkan. Kadang dia berperan agar pasien merasa tenang dan memberi kesempatan memperbaiki diri.

Seperti tidur lebih awal agar pikiran dan badan pulih kebugaran nya. Makan diet yang lebih seimbang proposinya. Berolahraga agar aliran darah lancar dan peningkatan massa otot.

Jadi yang menarik untuk diambil konsepnya adalah obat memberikan peluang kita memperbaiki kebiasaan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Koq dari tahun ke tahun begini aja, coba lakukan ini


Terkadang sebagian dari kita mendapati diri merasa dari tahun ke tahun koq tidak ada perkembangan? Ada apa ya? Apa yang salah dengan diri?

Bisa jadi, barang kali ada beberapa hal yang perlu dievaluasi ya.

Pertama ajukan pertanyaan perubahan apa yang kita inginkan? Dalam pikiran kita, ada kalanya kita tidak mendefinisikan perubahan ke arah mana yang akan kita tuju. 

Seperti kapal tanpa arah, dia akan berlayar menuju sembarang arah atau diam karena bingung menentukan arah.

Kedua dengan cek lingkungan kita, dengan siapa saja kita berinteraksi. Hal sederhana ini kadang  bagian paling mempengaruhi diri kita. 

Kalau dari tahun ke tahun bertemu dia lagi dia lagi, Sepertinya koq ya akan agak sulit berkembang. Kita akan berjalan di tempat yang sama.

Ketiga cek apa yang kita lakukan untuk mengisi diri? Baca buku, ikut pelatihan, ikut workshop, join komunitas, nonton film. apa, dengar podcast siapa? Ini juga akan mempengaruhi perkembangan diri kita sebagai input perubahan. 

Nah itu saja ya, barang kali tiga pertanyaan sederhana untuk memeriksa mengapa kira sepertinya biasa biasa saja tanpa perkembangan. 

Selamat mengevaluasi!


Daripada memberi hutang lebih baik lakukan ini



Ayo siapa yang pernah mendadak dihubungi seseorang karena dia mau berhutang?Apa yang anda pilih memberi atau menolak?

Beberapa waktu yang lalu (bertahun) kebiasaan kami adalah memberikan hutang bila memang ada dana yang tersedia. Namun ternyata ini membawa beberapa situasi lanjutan yang tidak mengenakkan

Seperti harus menagih hutang daripada memenuhi janji awal. Nggak enak kan ya? Kita yang memberikan hutang dan kita yang repot.

Kedua adalah putus silaturahmi. Ini lebih parah sih menurut saya  karena mendadak kita kehilangan teman atau kerabat yang biasa kita bisa ajak ngobrol. Dari yang tadinya aman mendadak jadi canggung nggak enakan. 

Mungkin takut ditanya atau kelepasan bertanya soal hutang?

Pada akhirnya kami.memutuskan belakangan hari memberi hadiah daripada berikan hutang.

Bila dimintakan untuk urusan usaha dan bisa dipenuhi, kami coba bantu. Namun kalau sudah kebutuhan keluarga, ada baiknya diberikan hadiah saja seikhlasnya
 karena resiko panjang setelahnya.
 
Bagaimana menurut Anda?

Jangan dipendam dalam hati tapi lakukan ini

Kadang kala kita berada di situasi dimana ada  perbedaan pendapat dengan pasangan kita. Dan bila situasinya tidak segera padam, akan berlanjut timbul keributan kecil. 

Sehingga kebanyakan solusinya adalah mengambil pilihan diam. Diam tetapi memendam rasa. Membawa rasa ke dalam pikiran sehingga menjadi beban yang berkepanjangan. 

Lalu bagaimana biar bisa berdamai dengan situasi ini?

Umumnya kebanyakan kita hanya melihat hanya ada satu solusi yang bisa dipilih yaitu diam agar tidak ribut. 

Bagaimana kalau kita lihat pilihan pain yaitu memilih menyampaikan dan tidak ribu.

Dalam pilihan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Contohnya adalah kapan waktu untuk menyampaikan. Apakah saat itu juga. Atau nanti saja saat ada waktu yang lebih baik


Perhatikan juga cara menyampaikan. Apakah akan  dengan panjang lebar atau dalam cukup satu kalimat saja agar pasangan kita cukup tahu.


Penting juga tahu apakah kita akan menyampaikan semua hal yang ada di hati atau cukup satu hal penting yang mewakili semua.  Di sini kita bisa memilih hal yang tepat.

Jadi jangan dipendam, pilih untuk menyampaikan dengan situasi yang tepat dan berdamai. 

Akan indah kan?

Ternyata Salah Satu Obat banyak pikiran adalah ini


Kita sering kali dilanda banyak pikiran.. Mulai pekerjaan rumah tangga sampai urusan kantor yang menumpuk. Begitu banyak hal yang berada di kepala kita. Sampai sampai kita terbebani oleh pikiran tadi.

Sebenarnya ada sebuah kata bijak yang mengatakan gunakan otak kita untuk berpikir bukan untuk mengingat .

Sehingga pilihan terbaik kita yang memiliki  banyak beban pikiran adalah melepaskannya.

Kemana?

Ke dalam tulisan seperti ini. Tulis saja semua yang  membebani pemikiran kita. Satu satu kita tuliskan sehingga lepas dari pikiran kita dan membuat otak menjadi lebih ringan.

Seperti membawa puluhan. kantong ingatan, dengan menulis berarti kita melepaskan kantong tadi ke tas tas yang tergeletak sepanjang jalan waktu.

Yuk mulai menulis lagi. Agar pikiran. kirlta tak terbebani dalam perjalanan masa.