Berputar putar dalam Mencari Definisi

Ini curhatan setelah satu minggu, muter muter dan akhirnya menyadari bahwa definisi itu penting. Kenapa bisa muter muter karena seperti mengenali gajah, kadang kita berjumpa dengan kakinya seperti pohon. Atau dengan belalainya yang mirip dengan ular. Atau telinganya yang lebar seperti daun talas raksasa. Namun itu semua adalah sebuah perjalanan.

Tergesa-gesa adalah masalah kedua. Saat kita menemukan kaki gajah yang serupa pohon. Kita tidak sabaran, ngulik, oo gajah itu bentuknya hanya sebuah pohon, tinggi nggak sampai 180cm, bentuknya bulat, dari daging, dan terasa keras. Padahal itu baru kaki gajah. Kita sudah melanjut terlalu detil, dan baru tersadar saat menyentuh bagian lain. Lho koq ini ada badannya seperti bulatan besar sekali? Koq ini ada daun talas yang sesekali mengipas? Itulah kenyataan pahit akibat tergesa gesa. 

Itu belum selesai, kita kemudian berganti haluan, oo gajah itu mungkin seperti daun talas tadi. Lebar, halus, dan sesekali bergerak seperti kipas memukul. Tergesa-gesa lagi kita mengamati, mencatat, menyambung nyambung tanda. Dan akhirnya kita ketemu, lho ini koq menempel pada sebuah bulatan cukup besar bernama kepala.

Dan akhirnya kita bertanya pada sebuah pertanyaan mendasar. Apakah gajah itu berbentuk kipas atau seperti pohon? dan diterangkan bukan keduanya. Lihat, apa yang kita tahu, belum tentu mewakili kenyataan yang sebenarnya. Gajah itu memiliki empat pohon kaki besar dan dua daun talas raksasa, berbadan bulat besar seperti bakso berukuran raksasa dan seterusnya.

Lebih dalam lagi, setelah bertanya sana sini, ternyata baru saja ada orang yang menyelesaikan jawaban untuk pertanyaan apa itu gajah sekarang ini. 

Akhirnya kasus ditutup, dengan belajar apa yang telah dituliskan orang lain. Bukan hanya belajar mencari tetapi juga belajar menerima dan mempelajari apa yang dilakukan orang lain. Semangat lagi? masa sih nggak ada kurangnya. Eh iya, ternyata ini belum ... (kembali ke scopus)